Showing posts with label Kastil. Show all posts
Showing posts with label Kastil. Show all posts

Saturday, 26 May 2012

Menikmati Keheningan Mukawir, Karak dan Little Petra

Wahhh hari ini saya harus bangun pagi sekali. Hal ini dikarenakan kita harus melakukan perjalanan menuju kota Petra, sekitar 3-4 jam (pakai mobil) di Selatan Amman. Ditambah lagi, tempat yang harus kita kunjungi lumayan banyak.

Tujuan pertama kita adalah Mukawir. Sepanjang perjalanan kita melihat pemandangan yang menarik. Ada yang gersang dan tandus, tapi ada juga yang ditumbuhi padang rumput hijau dengan bunga-bunga liarnya. Bukit demi bukit kita lewati. Benar benar rasanya seperti lautan bukit sepanjang jalan. Jalannya pun tidak lurus saja, kadang ke kanan dan kadang ke kiri. Kalau kita ingat lagu “Naik-naik ke Puncak Gunung”, yaaa seperti itulah rasanya kira-kira (tapi pohon cemaranya diganti dengan pohon zaitun).


Kita adalah pengunjung pertama hari itu. Gerbangnya masih dikunci! Wah, saya sangat bangga. Saya dan Inji berteriak saking senangnya karena kita tidak melihat satu orang pun di sana. Langsung saja kita berjalan melalui jalan setapak. Dari kejauhan terdengah suara “ning nong ning nong...” Lalu kita melongok ke bawah. Di kaki bukit, ada segerombolan domba dan gembalanya. 

Wednesday, 23 May 2012

Menikmati Keindahan Reruntuhan Ajlun dan Jerash

Tidak terlintas di pikiran saya bahwa Jordan yang letaknya di Timur Tengah ternyata cukup hijau dan subur tanahnya. Setidaknya itulah yang saya saksikan sewaktu mobil melintasi jalan tol dari ibukota Amman menuju Ajlun dan Jerash, dua kota di kegubernuran bagian Utara Jordan mendekati perbatasan Syria. Konon kabarnya di daerah Jerash sendiri terdapat sekitar 2 juta pohon zaitun, tidak mengherankan jika minyak zaitun andalan Jordan pun berasal dari tempat ini.

Pohon zaitun menghiasi kota-kota di Utara Jordan

Perjalanan menuju Ajlun ditempuh dalam waktu satu setengah jam, untung saja mobil sedan yang kita tumpangi cukup nyaman. Paling tidak saya bisa melepas lelah sedikit, walaupun badan masih terasa agak pegal-pegal karena terlalu lama duduk di dalam pesawat. Saya tidak seberuntung Titine yang dilempar ke kelas bisnis, tidak jelas juga mengapa dipindahkan dari ekonomi ke bisnis, teman sebangku saya malahan seorang bapak-bapak dari Jordan yang bekerja di Dubai. Bapak ini lumayan ramah dan antusias sekali mengenalkan saya dengan negaranya, sayang sekali saya tidak bisa terlalu konsen mendengarkan karena bapak ini punya bau badan yang tidak sedap (sampai-sampai saya kira sepatu saya menginjak tahi!).