Rencana berlibur ke Jordan ini mulai muncul secara tidak disengaja,
kala itu saya sedang suntuk di kantor dan iseng-iseng melihat kalender
jadwal liburan yang baru dikeluarkan pemerintah Cina. Sedikit berbeda
dengan peraturan di Indonesia, negara Cina tidak memiliki peraturan
liburan yang tetap setiap tahunnya. Biasanya setiap awal Desember
pemerintah Cina mengeluarkan pengumuman jadwal liburan untuk tahun
selanjutnya. Lucu juga menurut saya sistemnya, sebagai contohnya jika hari
libur jatuh pada hari Rabu, pemerintah akan meliburkan hari Senin hingga
Rabu atau Rabu hingga Jumat, tetapi mengharuskan karyawan masuk di hari
Sabtu dan Minggu. Kebetulan saja jadwal liburan Qingming (atau bagi
masyarakan etnis Tionghoa di Indonesia lebih dikenal dengan kata
“Cengbeng” – masa di mana kita mengunjungi dan membersihkan kuburan para
leluhur kita) berpapasan dengan liburan Paskah di Indonesia. Tanpa
pikir panjang lagi saya langsung memanggil sahabat baik saya Titine dan
tanpa ragu-ragu saya tanya, “Mau nggak berpetualang lagi?” Saya belum
mengajukan tempat tujuan ataupun rencana pastinya, namun Titine sudah
langsung menjawab, hanya satu kata “Yokkk!”